Hambatan yang di alami perusahaan manufaktur khususnya perusahaan tekstile adalah persaingan yang ketat akan produk pakaian jadi yang semakin luas. Mendesain pakaian yang mewah dan berkualitas tinggi saja tidak cukup. Kebutuhan konsumen semakin tinggi karena digitalisasi mempercepat semua proses bisnis. Berikut adalah beberapa kendala yang sering terjadi bagi pebisnis perusahaan tekstil.
Sangat sering, perusahaan produksi tidak dapat membuat perencanaan yang efisien karena kurangnya otomatisasi. Perencanaan manual di Excel sulit dan menimbulkan kesalahan karena beban kerja yang tinggi. Selain itu, pendekatan tradisional ini tidak memungkinkan perusahaan untuk mengelola stok mereka secara efisien.
1C:Drive memungkinkan perusahaan produksi tekstil menganalisis beban kerja dan unit subkontraktor mereka untuk merencanakan secara efektif. Solusi manajemen Gudang memungkinkan bisnis untuk memeriksa gudang mereka dengan barcode, termasuk gudang mereka di lokasi yang berbeda, dan melihat status stok instan produk mereka di rak mereka.
Artikel terkait : Solusi Manajeman Supplier untuk Menjaga Ketersedian Barang
Manajer biasanya memperkirakan hasil produksi dengan mengandalkan pengalaman dan kinerja sebelumnya. Kurangnya data produksi dan analitik sering menyebabkan asumsi yang salah tentang output tekstil. Nantinya berakibat pada kelebihan stok atau kekurangan produksi. Keduanya mungkin saja terjadi dan manajer bisa membuat keputusan yang terburu buru.
Itu sebabnya kontrol dan analisis pekerjaan karyawan sangat penting di pabrik tekstil. Solusi perangkat lunak yang tepat memungkinkan pemantauan kinerja kerja untuk mengawasi beban kerja karyawan dan memasok mereka dengan bahan baku tepat waktu.
Dan juga, untuk memeriksa produk mereka di lokasi yang berbeda, perusahaan mencoba menghubungkan personel mereka ke server perusahaan dengan program RDP jarak jauh dan membuat entri data ke program mereka dari sana. Dengan aplikasi 1C:Mobile, mereka dapat memasukkan data ke dalam program mereka dengan sangat cepat dengan satu sentuhan, baik di ponsel atau tablet.
Jumlah karyawan di pabrik bisa mencapai beberapa ratus. Kebanyakan dari mereka biasanya bekerja keras dan berkonsentrasi pada tugas tertentu. Apakah mereka sedang menjahit atau memeriksa pakaian yang sudah jadi, mereka sering menjaga interaksi minimal dan tidak memberikan umpan balik. Hal ini dapat membuat karyawan tidak temotivasi dan bekerja menjadi tidak efektif.
Untuk menghindarinya Anda dapat menyatukan semua tahapan manufaktur dalam satu sistem informasi: menjahit, mencuci, menyetrika, kontrol kualitas, dan lainnya. Mengawasi kinerja dan mendapatkan laporan dan umpan balik, yang akan meningkatkan tingkat tanggung jawab di antara karyawan. Menetapkan KPI untuk setiap bagian akan memiliki efek yang sama. Selain itu, Anda dapat membuat sistem penghargaan dan memotivasi mereka untuk mendapatkan gelar “Pegawai terbaik bulan ini” dan kompensasi yang adil.
Tidak heran jika karyawan yang tidak puas, pelaporan yang tidak sesuai, dan data yang tidak konsisten meningkatkan tingkat cacat produksi. Ketidakmampuan untuk memenuhi permintaan yang berlebihan, misalnya, akan membutuhkan peningkatan kinerja yang signifikan, yang pasti akan menghasilkan lebih banyak cacat produksi.Hasilnya bisa sangat menghancurkan: tidak hanya mempengaruhi keuntungan tetapi juga reputasi merek.
Terkadang sulit untuk mempertahankan tahapan siklus rantai pasokan yang stabil, namun yang menjadi focus utama adalah tetap bisa beradaptasi dengan situasi dan dapat bersaing dan mempertahankan pelanggan yang ada.Oleh karena itu, Anda dapat memberikan solusi terkini kepada perusahaan dengan pendekatan terintegrasi yang dirancang untuk industri tekstil.