Salah satu topik paling umum yang menjadi perhatian dalam industri makanan adalah kebersihan dari makanan tersebut. Keamanan dan kualitas produk olahan menjadi prioritas utama bagi para pelaku bisnis. Regulasi yang ketat untuk produksi makanan membuat industri ini cukup menantang. Artikel ini akan membahas mengenai kendala dan solusi manajemen keamanan industri pangan dengan sistem ERP.

Gangguan rantai pasokan dan pergeseran pasar

Industri produksi makanan sangat sensitif dalam hal pergeseran permintaan. Permintaan yang tidak mencukupi dapat memiliki konsekuensi yang menghancurkan. Karena umur simpan produk seperti susu, daging, dan ikan yang singkat, kelebihan pasokan dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan, karena semua produk berubah menjadi sampah dalam hitungan hari, sementara risiko kontaminasi meningkat dengan kecepatan tinggi.

Untuk memenuhi permintaan tepat waktu, menghindari kelebihan pasokan, dan mencegah pembusukan, produsen makanan dapat berhasil mengeksploitasi sistem ERP yang dirancang untuk industri makanan. Sistem ERP yang tepat memungkinkan bisnis untuk meningkatkan pelacakan tanggal dan kondisi produk dan bahan baku: apakah masih segar, beku, atau mendekati tanggal kedaluwarsa.

Komunikasi yang buruk dan sistem operasional yang lambat

Manajemen rantai pasokan tidak ada artinya tanpa komunikasi yang efektif. Hal ini terkait langsung dengan hadirnya perangkat digital yang up-to-date dalam operasional bisnis. Kurangnya kolaborasi, laporan manual, dan dugaan menghambat pertumbuhan dan maksimalisasi profitabilitas. Mempertimbangkan umur produk tertentu yang pendek, praktik ini tidak dapat diterima.

Oleh karena itu, perusahaan dalam industri makanan harus bertujuan untuk menyediakan bisnis mereka dengan rantai pasokan yang terhubung sepenuhnya. Dengan sistem ERP, semua tahapan penting dalam rantai pasokan akan terhubung, sehingga memberikan komunikasi yang lebih baik antar pihak. Integrasi otomatis beberapa fungsi bisnis akan merampingkan pemrosesan data dan meminimalkan kesalahan entri data manual.

Kekurangan tenaga kerja

Penting untuk disebutkan bahwa selalu ada kekurangan tenaga kerja berbakat di industri makanan. Setelah terjadi pandemi Industri pangan adalah salah satu yang paling menderita karena jumlah karyawan yang dinyatakan positif sangat tinggi.

Selain itu, situasi umumnya memengaruhi kesehatan mental orang lain, menimbulkan kecemasan tambahan dan membuat mereka takut untuk pergi bekerja. Akibatnya, penurunan jumlah karyawan menghentikan operasi yang diperlukan dan membahayakan bisnis.

Solusi digital untuk optimalisasi proses bisnis juga dapat mengatasi masalah ini. Dengan otomatisasi beberapa proses penting di fasilitas, Anda dapat memberikan akses jarak jauh ke sistem kepada beberapa karyawan, sehingga mereka dapat bekerja dari rumah. Namun perlu diingat bahwa mereka memerlukan pelatihan yang tepat untuk mengeksploitasi perangkat lunak dengan cara yang benar.

Kesimpulan

Transparansi end-to-end dalam proses memberikan kendali penuh atas produksi, memberikan layanan yang tinggi, menjaga tingkat persediaan serendah mungkin dan membantu mengirimkan produk segar pada waktu yang tepat, di tempat yang tepat. Tingkat efisiensi ini jauh lebih mudah dicapai dengan integrasi sistem ERP ke dalam operasi bisnis Anda.

Aplikasi ERP - Logo

Software ERP untuk industri manufaktur, distribusi, dan jasa yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Kantor

Surabaya
Rich Palace R-27
Jl. Mayjen Sungkono 149-151
Dukuh Pakis, Surabaya

Jakarta
Tanjung Duren Barat II/18
Grogol Petamburan
Jakarta Barat

Hubungi Kami

Phone: (+62) 31 3000 6016

Mobile: (+62) 821 1696 7848

Mobile: (+62) 81 551 26074

Email: sales@askarasoft.com

Copyright © 2024 Askara Soft